Kisah Jorge Campos Yang Lihai Menjadi Kiper, Piawai Menjadi Striker

Di bawah mistar gawang nama kiper berkebangsaan Meksiko ini sangat handal menahan tendangan lawan. Saat berada di depan, beliau juga tak kalah sangar menghukum penjaga gawang. Jorge Campos pun masuk dalam ensiklopedi pesepakbola yang kuat di dunia. Meskipun namanya kurang begitu terdengar dibanding kiper veteran lain macam Lev Yashin atau Fabian Barthez.

Bung yang bersahabat dengan sepakbola masa 90-an, di dua edisi Piala Dunia tahun 94 dan 98, nama Jorge Campos berada di bawah mistar gawang tim nasional Meksiko. Sialnya, banyak kisah menarik ihwal dirinya yang tidak diketahui publik, apalagi beliau merupakan salah satu kiper yang mempunyai produktifitas gol cukup banyak hingga sekarang.

Untuk itu, kali ini kami akan mengulasnya.

Campos Membuka Mata Publik Sepak Bola Dengan Melawan Standar Kiper Dunia

Di bawah mistar gawang nama kiper berkebangsaan Meksiko ini sangat handal menahan tendanga Kisah Jorge Campos yang Lihai Menjadi Kiper, Piawai Menjadi Striker

Olahraga menyerupai sepakbola tak hanya berbicara problem skill, tetapi juga membahas soal postur. Saat itu banyak yang berfikiran jika postur penjaga gawang yang ideal ialah bertubuh tinggi. Dengan alasan sanggup lebih gampang menghalau bola yang akan masuk gawang. Hal ini tidak ditemukan dalam tubuh pemain kelahiran 15 Oktober 1966, karena beliau hanya mempunyai tinggi tubuh 168 cm, yang mana menimbulkan beliau sebagai kiper terpendek dalam sejarah sepak bola.

Akan tetapi ketidakideal’an tubuh dari Campos ditutupi dengan gerak refleks, lompat hingga kecepatan. Menjadikan beliau tak kalah dengan kiper hebat lainnya. Sampai pada tahun 1994 mata dunia pun terbuka, bahwa siapapun bisa menjadi kiper hebat meskipun tidak didukung dengan postur yang ideal, karena Jorge Campos menjadi kiper terbaik dunia di tahun tersebut.

Tampilan Eksentrik Menjadi Pembeda di Lapangan Secara Menarik

Di bawah mistar gawang nama kiper berkebangsaan Meksiko ini sangat handal menahan tendanga Kisah Jorge Campos yang Lihai Menjadi Kiper, Piawai Menjadi Striker

Selain alasannya ialah kemampuan yang dimiliki Campos membuatnya jadi seorang pesepakbola yang apik. Di satu sisi, tampilan Campos ialah hal yang sangat amat menempel kepadanya. Pasalnya, kiper ini sering kali membawa jersey sendiri dengan warna-warna jelas dan relatif mencolok di lapangan.

Wajar apabila publik, sangat ingat akan dirinya karena jarang pemain yang menggunakan jersey dengan warna eksentrik di masa 90-an kecuali dirinya. Belum lagi beliau yang bertubuh pendek menggunakan jersey berbahan panjang atau gombrong. Makin membuatnya terlihat menarik.

Ketika Dikontrak Sebagai Pelapis Kiper Utama, Campos Minta Diturunkan Makara Ujung Tombak Saja

Di bawah mistar gawang nama kiper berkebangsaan Meksiko ini sangat handal menahan tendanga Kisah Jorge Campos yang Lihai Menjadi Kiper, Piawai Menjadi Striker

Meskipun lebih dikenal sebagai penjaga gawang, namun nama Jorge Campos ternyata mengawali karirnya sebagai striker. Hal ini terjadi kala beliau membela Pumas UNAM sebuah klub di Meksiko pada tahun 1989. Secara kontrak, beliau memang digunakan jasanya untuk menjadi penjaga gawang. Akan tetapi Pumas sudah mempunyai kiper inti berjulukan Adolfo Rios, membuat Campos menjadi pelapis kala itu.

Namun beliau meminta usul cukup menarik kepada sang instruktur untuk diturunkan sebagai striker. Alhasil di ekspresi dominan pertamanya, Campos menjalani karir sebagai striker dengan mencetak 14 gol. Cukup produktif sebagai seorang ujung tombak. Meskipun gemilang sebagai ujung tombak, di ekspresi dominan kedua beliau mulai menerima dogma instruktur dengan diturunkan sebagai penjaga gawang. Sekaligus berhasil menjadi jawara liga Meksiko ketika itu di ekspresi dominan 1990/91.

Bahkan Campos Sering Dimainkan Sebagai Striker Pengganti Di Salah Satu Klub

Di bawah mistar gawang nama kiper berkebangsaan Meksiko ini sangat handal menahan tendanga Kisah Jorge Campos yang Lihai Menjadi Kiper, Piawai Menjadi Striker

Pada tahun 1997, Jorge Campos memperkuat tim Meksiko lainnya, berjulukan Cruz Azul. Namun di sini, Campos lebih sering dipaksa turun sebagai striker pengganti! Karena tim tersebut sudah mempunyai kiper andalan berjulukan Oscar Perez. Alhasil selama periode tersebut beliau pun jarang dilihat di bawah mistar gawang Cruz Azul, melainkan berada di lini depan. Meskipun begitu kontribusinya membawakan sebuah trophy liga untuk tim tersebut.

Kepiawaian Campos berada di lini depan memang tak bisa diremehkan. Pemain ini membuat beberapa gol lewat permainan di ruang terbuka, tidak hanya mengandalkan tendangan bebas atau penalti. Bahkan ketika menjadi penjaga gawang pun beliau sempat membantu lini depan dengan keluar dari sarang, apabila tim membutuhkan gol. Total 38 gol sudah dicetak oleh Campos, menjadikannya sebagai salah satu kiper yang produktif dalam sejarah sepakbola.

Dan Menjadi Pemain Pertama Meksiko yang Disodorkan Kontrak Oleh Nike

Di bawah mistar gawang nama kiper berkebangsaan Meksiko ini sangat handal menahan tendanga Kisah Jorge Campos yang Lihai Menjadi Kiper, Piawai Menjadi Striker

Bakat sertai keahlian Campos dalam menghalau serangan, serta pakaian yang mencolok menimbulkan El Brody, julukan campos, membuatnya semakin terkenal. Popularitasnya pun semakin menanjak sehabis beliau bermain di dua klub Amerika Serikat atau MLS, LA Galaxy dan Chicago Fire. Lewat karir yang dibangun tersebut, popularitas Campos melonjak naik sehabis dipilih sebagai penjaga gawang untuk iklan Nike : Good vs Evil pada 1994.

Dalam iklan tersebut, beliau pun disejajarkan dengan pemain kelas dunia lainnya menyerupai Paolo Maldini, Eric Cantona, Luis Figo, Patrick Kluivert, dan Ronaldo.