Kulit Kepala Dan Rambut Tidak Basah? Gejala Bung Salah Ketika Keramas

Apakah bung selama ini keramas dengan kondisi rambut kering? dan mengeringkan dengan handuk dengan cara menggosok-gosok? berarti bung telah salah dalam metode keramas. Dilansir dari Kompas.com, Head of Research and Development Skin Care dan Hair Care, Paragon Technologi and Innovation, Ridwan Sonjaya menyampaikan jika keramas yang baik dimulai dengan memastikan kondisi kepala dan rambut dalam keadaan basah.

Pemakaian sampo tergantung dengan ketebalan dan densitas rambut. Apabila rambut bung tidak tebal atau normal, ya secukupnya,  kemudian disebar di telapak tangan dan dibusakan sambil pemijatan. Untuk pemijatan pun tidak sembarang, pemijatan dilakukan dengan cara pijat searah ke belakang. Karena sanggup menenangkan kondisi kulit kepala dan peredaran darah di kepala. Selain itu, mempunyai fungsi untuk pencucian yang maksimal.

Jangan hingga sisakan sampo di rambut bung, apabila sedang terburu-buru. Lantaran ini yang memicu kulit kepala gatal. Sonjaya juga mengingatkan untuk mengeringkan rambut dengan handuk tidak digosok-gosokan. Kenapa? alasannya ialah akan ada friction yang menjadikan kulit  rambut terbuka dan berisiko terkena paparan dan menciptakan rambut lebih tipis.

Nah lebih baik itu di-tap, kemudian biarkan ia kering secara normal atau natural. Kalau buru-buru, sanggup juga gunakan hair dryer, tapi jangan terlalu sering alasannya ialah kulit kepala dan rambut berisiko kering,” ujar Ridwan.

Ridwan menyarankan keramas selama 3 – 5 menit. Lalu dianjurkan untuk 2 hari sekali keramas, terutama bagi perempuan. Jika pria, tak problem keramas lebih sering, alasannya ialah umumnya rambut lebih sedikit dan gampang dikeringkan.