Sepuluh Tahun Bertahan, Rekor Insan Tercepat Se-Asia Tenggara Balasannya Tergantikan

Salah satu sprinter lawas Indonesia, Suryo Agung, populer sebagai insan tercepat se-Asia Tenggara. Setelah berhasil membubuhkan waktu 10,17 detik dalam lari 100 meter yang diukir di SEA Games 2009 yang dilaksanakan di Laos. Selama 10 tahun, rekor tersebut terus harum tanpa ada yang mengusik. Hingga jadinya pecah juga satu dekade lalu dalam Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang diselenggarakan di Doha, Qatar pada 21-24 April.

Rekor tersebut dipecahkan oleh anabawang dari Suryo Agung sendiri, yakni Lalu Muhamad Zohri dengan mencatatkan waktu dua detik lebih baik, 10,15 detik. Meski bisa menggeser Suryo dari tahtanya sebagai insan tercepat se-Asia Tenggara, namun dalam kejuaraan tersebut, Zohri tidak menjadi yang terdepan, alasannya di depannya ada pelari asal Jepang Yoshihide Kiryu yang menciptakan catatan waktu lebih elok lagi 10,12 detik.

Memang semenjak awal sudah menjadi keinginan Zohri untuk memecahkan rekornas Suryo Agung,” ujar Eni Nuraeni, instruktur Zohri dilansir Kompascom.

Lewat catatan waktu yang baik tersebut, Zohri dan kelima pelari lainnya melaju ke Final. Lima pelari lain yang dimaksud adalah Kiryu, Andrew Fisher (Bahrain), Ryota Yamagata (Jepang), Wu Zhiqiang (China), dan Kim Kuk-young (Korea Selatan).